WARGA Kota Palangka Raya tumpah ruah di jalanan pada malam pergantian tahun 2015/2016.
Mereka ingin menyaksikan pesta malam pergantian tahun yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di kawasan Bundaran Besar.
Bundaran yang menghubungkan enam ruas jalan itupun terasa sempit dengan banyaknya manusia.
Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya warga yang berebut mencari tempat parkir.
Di sinilah petaka terjadi. Saking banyaknya kendaraan yang mencari lahan parkir, penyedia jasa parkir lantas seenaknya menaikkan sepeda motor warga ke taman di median jalan.
Tidak hanya satu-dua kendaraan, tetapi ratusan. Hingga membuat satu jalur median jalan penuh jejeran kendaraan.
Saat ditanyai Borneonews, salah seorang tukang parkir yang tidak diketahui namanya, berkilah dengan mengatakan lokasi itu hanya digunakan sebentar.
“Cuma parkir sebentar sampai tahun baru. Enggak akan rusaklah tanamannya,” ungkap juru parkir itu seenaknya lalu pergi.
Pemandangan itu tentu membuat miris, sebab kebahagiaan menyambut tahun baru harus dibayar dengan aksi perusakan keindahan.
Di tempat berbeda, tepatnya di depan Hoten Dandang Tingang, Kota Palangka Raya, juru parkir juga berulah dengan mematok tarif 250% lebih mahal dari harga normal.
Bila biasanya tarif parkir di kawasan itu hanya Rp2.000 untuk satu sepeda motor, pada malam pergantian tahun dinaikan menjadi Rp5.000 per unit.
Juru parkir di kawasan itu berkilah, tarif sengaja dinaikkan lantaran momen pergantian tahun hanya terjadi satu kali dalam setahun. (TP/BY/B-3)


