PERISTIWA berdarah terjadi menjelang tutup tahun di Desa Tumbang Manyoi, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah. Seorang ayah yang menderita sakit jiwa, Ipit (65 tahun), tewas di tangan anaknya, Badrun (20 tahun), yang membela diri karena tiba-tiba diserang dengan parang.
“Dari informasi warga sekitar, korban memang mempunyai riwayat gangguan kejiwaan dan pernah direhabilitasi di Rumah sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, Palangka Raya,” ungkap Kapolres Gumas, AKBP Pria Premos, melalui Kasat Reskrim Iptu Reza Fahmi, Kamis (31/12/2015).
Peristiwa horor itu terjadi pada Selasa (29/12/2015) sekitar pukul 23.00 WIB. Bermula saat Badrun pulang ke rumah sehabis mencari buah durian. Ia melihat ayahnya sedang rebahan dan berbicara sendiri akibat kumat penyakit kejiwaannya.
Serangan tiba-tiba
Sambil memakan durian, Badrun kemudian menegur korban: “Sudahlah, Pak, tidur saja, sudah malam”. Sang ayah malah murka dan berdiri mengambil parang, lalu mengayunkannya ke arah Badrun.
Beruntung, si anak mampu berkelit dan melakukan perlawanan. Parang itu kemudian direbutnya. Namun, kali ini giliran Badrun yang kalap. Ia menebaskan parang tersebut mengenai tubuh ayahnya, berkali-kali.
“Ada delapan luka tebasan yang dialami korban, sehingga akhirnya merenggang nyawa,” kata Reza.
Usai memenangi pertarungan, Badrun lari ke rumah iparnya, Suharsoyo. Ia menceritakan peristiwa itu dan meminta tolong sang ipar agar mengantarkannya ke rumah kepala desa (kades). Tapi Suharsoyo memilih melapor langsung ke polisi dan meminta Badrun untuk menunggu dijemput aparat. (B-1)


