POLISI menemukan unsur kesengajaan dalam dua peristiwa kebakaran obyek vital di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tahun lalu. Pertama, kebakaran gedung Biro Keuangan dan Biro Perekonomian di kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Minggu (1/11/2015) siang. Kedua, gedung arsip dan teknik di sayap kiri kantor KPU Kalteng, Jalan Jenderal Soedirman, Minggu (29/11/2015) dini hari.

“Penyelidikan sudah mengerucut, dari dua kebakaran itu ada indikasi dibakar. Akan kita dalami, pemeriksaan saksi-saksi juga diintensifkan,” kata Kepala Polda Kalteng, Brigjen Fakhrizal, pada jumpa pers akhir tahun, di Palangka Raya, Kamis (31/12/2015).

Indikasi kesengajaan itu merupakan kesimpulan dari hasil penyelidikan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri cabang Surabaya, Jawa Timur. Sebab, pada dua kasus itu, tak ditemukan adanya kerusakan instalasi listrik atau korsleting yang semula diduga sebagai sumber api.

Tapi, Fakhrizal belum menyebutkan terduga pelaku dan maksud di balik tindakan pembakaran tersebut. ‘’Mengenai apakah ada keterlibatan ‘orang dalam’, masih di dalami,” tukasnya.

Pemeriksaan saksi

Dihubungi melalui telepon, Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang menyatakan, terkait hal itu pihaknya terus mengorek informasi dari saksi-saksi. Tapi, meski kebakaran itu terjadi di wilayah hukumnya, kendali penanganan dipegang Polda Kalteng.

“Langkah kita intensif memeriksa saksi-saksi. Untuk penanganan dikendalikan oleh Polda Kalteng,” kata Jukiman, kemarin.

Sebanyak 30 saksi diperiksa untuk kasus kebakaran Kantor Gubernur Kalteng. Kebakaran itu sendiri menimbulkan kerugian materi sekitar Rp15 miliar.

Dari tengah puing kebakaran, ditemukan sembilan brankas atau lemari besi. Di dalam tujuh brankas di antaranya ditemukan uang tunai Rp931 juta dalam kondisi utuh.

Sementara uang Rp130 juta di brankas bendahara Biro Keuangan, sempat jadi misteri karena hilang tanpa jejak. Namun, belakangan Kepala Biro Keuangan, Yuman P Ranan, menyebutkan uang tersebut musnah terbakar.

Sementara kebakaran kantor KPU Kalteng terjadi di tengah pengawalan 20 polisi. Mereka melakukan penjagaan ketat setelah terjadi eskalasi polisik Kalteng yang memanas, seperti geliat aksi unjuk rasa yang memprotes pencoretan Ujang Iskandar-Jawawi dari Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng karena pemalsuan surat pengusungan dari PPP pimpinan Ketua Umum Djan Faridz.

Tetapi, ketika itu Fakhrizal menepis adanya unsur sabotase. Termasuk soal temuan jerigen bahan bakar minyak (BBM) dan tas hitam di sekitar lokasi kebakaran.  (B-1)