PENGGUNA kendaraan bermotor (ranmor) diminta waspada saat melintasi lokasi sepi. Pasalnya, lokasi sepi rawan terjadi tindak pidana perampokan.

Modus terbaru adalah perampok berpura-pura meminta tolong kepada pengendara yang melintas. Sebelum akhirnya menganiaya korban serta membawa kabur barang berharga.

Hal tersebut terlihat dari upaya Polres Seruyan mengejar komplotan perampok bermodus minta tolong. Seperti yang terjadi di Desa Sandul Kecamatan Seruyan Tengah, belum lama ini.

Modus operandinya, dengan melambaikan tangan ke arah pengendara yang melintas agar menghentikan kendaraannya.

Selanjutnya, begitu lengah, korban dipukul dengan menggunakan kayu dan disetrum.

Parahnya, komplotan pelaku layaknya seperti keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak. Begitu korban tak sadarkan diri, kendaraan korban pun dibawa kabur.

Korban yang tergeletak di jalan akhirnya ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit.

“Pelaku sudah terindentifikasi, berdasarkan dari hasil keterangan korban. Kasus perampokan ini ditangani Polsek Seruyan Tengah yang dibantu Polres Seruyan,” kata Kapolres Seruyan AKBP Budi Satrijo di Kuala Pembuang.

Modus yang digunakan ini terbilang baru terjadi di wilayah Seruyan.

“Modus aksi perampokan ranmor ini terbilang baru, karena melibatkan anak-anak di bawah umur. Apalagi senjata yang digunakan salah satunya adalah alat setrum yang bisa membuat korban kaget, lemas dan selanjutnya pingsan,” ujar Budi.

Dari kejadian itu, kapolres mengimbau kepada pengendara bermotor agar bisa lebih waspada saat melintasi jalan sepi.(B-11)