TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia atau APSI Kabupaten Barito Timur, Jumakir Joutomo memaparkan tentang paradigma pembelajaran saat menjadi fasilitator dalam kegiatan pembinaan dan peningkatan kompetensi guru agama Katolik untuk tingkat SMP, SMA dan SMK di Tamiang Layang, Rabu, 25 Mei 2022.

Menurutnya, pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Pendidikan juga berfungsi mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila," kata Jumakir.

Berangkat dari semangat, tujuan dan fungsi pendidikan nasional itulah, kurikulum pendidikan untuk seluruh jenjang satuan pendidikan harus dikembangkan dan dievaluasi guna perbaikan secara terus menerus.

"Paradigma baru dalam pembelajaran diterapkan karena berkenaan dengan program Kemendikbudristek tentang diberlakukannya Kurikulum Merdeka yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2013," ungkap pria yang akrab dipanggil Kangjo ini.

--page

Masih menurutnya, ada 5 prinsip pembelajaran paradigma baru. Prinsip-prinsip ini berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Pertama, pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

Kedua, pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Ketiga, proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

Keempat, pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra.

"Dan yang kelima, pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan," lanjut pencipta metode KANGJO dan BATU AKIK untuk memudahkan guru melakukan penelitian tindakan kelas atau PTK dan membuat karya tulis ilmiah atau KTI ini.

Dia berharap, guru peserta pembinaan dan peningkatan kompetensi agar melakukan perubahan dari cara lama yang berpusat pada guru dalam melaksanakan pembelajaran, menjadi cara baru dalam pembelajaran menggunakan paradigma baru yang berpusat pada siswa.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula CUSR Tamiang Layang diikuti oleh 30 guru agama Katolik tersebut, Jumakir juga menyampaikan cara membuat program tahunan, program semester, pembuatan modul ajar sebagai pengganti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP. Kemudian, capaian pembelajaran sebagai pengganti Kompetensi Dasar atau KD dan Kompetensi Inti atau KI serta asesmen literasi dan numerasi. (BOLE MALO/B-7)