KAPAL Bahari Ekspres E-6 yang berpenumpang sekitar 400 orang mogok di perairan Laut Banda atau sekitar Pulau Hari, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Salah seorang penumpang Agus Sana’a (52) yang dihubungi melalui telepon genggamnya di Kendari, Minggu (3/1/2016), mengatakan insiden mogok terjadi sekitar pukul 12.15 WITA. Ratusan penumpang panik, karena tidak ada pemberitahuan dari awak kapal tentang penyebab kapal mogok. “Penumpang cemas karena cuaca di lokasi kejadian bergelombang dan arus cukup keras,” kata Agus, warga Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan.

Agus menuturkan, kapal cepat yang ia tumpangi bertolak dari Pelabuhan Murhum, Kota Bau Bau pada pukul 07.30 melalui Pelabuhan Raha, Kabupaten Muna. Semestinya, kapal itu tiba di Pelabuhan Nusantara Kendari sekitar pukul 13.00.

Namun di sekitar Pulau Hari atau sekitar 30 menit pelayaran, kapal mogok. “KM Cantika atau kapal yang satu grup dengan Bahari Ekspres E-6 memasok bahan bakar. Kemungkinan kehabisan bahan bakar sehingga mesin macet,” kata Agus.

Kepala Kantor Search and Rescue Nasional Kendari Amiruddin yang dimintai konfirmasi mengatakan kapal yang mengangkut ratusan penumpang sudah dievakuasi menuju pelabuhan Kendari. “Kapal dan ratusan penumpang dalam keadaan aman dan sekarang dalam pengawalan tim SAR menuju pelabuhan Nusantara Kendari.” (Ant/B-2)