MUSIM penghujan tidak menjadi jaminan untuk terlepas dari musibah kebakaran. Buktinya di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama dua bulan, yakni November dan Desember, tercatat tujuh peristiwa kebakaran.

Tujuh peristiwa kebakaran itu di antaranya di Jalan Hasan Mansur Kecamatan Baamang, yang mengakibatkan satu buah rumah ludes terbakar. Kemudian, Jalan DI Panjaiatan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang menghanguskan tiga buah ruko, dan sebagian rumah yang berada di sampingnya.

Selanjutnya, gudang berkas Kantor Disnas Pertambangan dan Energi (Distamben), yang membuat sejumlah berkas habis terbakar. Sedangkan yang baru saja terjadi pada Rabu (30/12/2015) lalu di Gg Sekumpul, Jl Muchran Ali, Kecamatan Baamang, yang membuat satu rumah habis jadi arang.

“Rata-rata penyebab kebakaran tersebut adalah konsleting listrik atau meninggalkan kompor menyala saat pergi,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah Kotim Sugian Noor, belum lama ini.

Melihat hal itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kotim agar selalu waspada dan memperhatikan benda-benda atau peralatan rumah tangga saat hendak bepergian. Sehinga kerawanan yang bisa memunculkan api dan membakar rumah bisa lebih diminimalisir lagi. “Kalau mau pegi, hendaknya peralatan masak seperti kompor dan peralatan elektronik dimatikan,” ucap Sugian Noor.

Selain mengimbau kepada semua warga, dirinya juga meminta kepada aparatur desa di tingkat RT, agar lebih cekatan dalam meperhatikan warganya. Sehingga potensi kebakaran bisa diminimalisasi dan bencana kebakaran bisa ditekan. (MH/B-2)