RUPANYA dalam memulai awal tahun 2016 Bupati Barito Utara (Barut) Nadalsyah ingin ada penyegaran dalam birokrasinya. Buktinya, di penghujung pergantian tahun, Kamis (31/12/2015), ia merombak sejumlah pejabat di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Bertempat di Aula Setda Barut, Nadalsyah memutasi 18 pejabat struktural. Mereka terdiri atas dua pejabat eselon II, tiga pejabat eselon III, dan 13 pejabat eselon IV.
Pejabat eselon II yang dilantik, yakni Izhar Safawi sebagai kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) dan Nuryakin sebagai Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Barito Utara.
“Sebelumnya Izhar menjabat Asisten II, sedangkan Nuryakin, Staf Ahli Bupati,” tandas Nadalsyah.
Menurut dia, pengembangan karier ASN khususnya dalam pengangkatan jabatan struktural bukanlah sebuah proses yang mudah dan sederhana bagi pejabat pembina kepegawaian.
“Diperlukan banyak pertimbangan agar dapat memperoleh dan menempatkan pejabat yang tepat untuk menduduki sebuah jabatan sturuktural.”
Pembina kepegawaian, kata dia, memerlukan ketelitian, kecermatan dan berbagai pertimbagan yang matang. Hal ini penting dan perlu dilakukan, karena menyangkut proses pengambilan keputusan yang tepat sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kinerja.
Nadalsyah mengklaim mutasi yang dilakukan kali ini tidak semata-mata didasarkan pada kewenangan pejabat pembina kepegawaian, namun juga memperhatikan norma-norma kepegawaian yang berlaku seperti evaluasi kinerja, kompensi, integritas dan kemampuan manajemen SDM.
Berhasil atau tidaknya pembangunan dinilai sangat tergantung pada kinerja SKPD. Demikian pula halnya keberhasilan dalam SKPD ditentukan oleh kinerja pejabatnya,” imbuhnya.
Khusus dalam pengisian pejabat di BPMPTPSP, dinilai sangat mendesak agar SKPD tersebut segera melaksanakan tugas dan fungsi organisasi sehingga aspek pelayanan terhadap masyarakat segera terlayani.
(DN/B-5)


