HUJAN yang terus mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyebabkan sejumlah tempat tergenang banjir. Pemerintah daerah diminta segera mencari solusi penanganan banjir, tanpa menunggu lelang dan pengerjaan proyek drainase berjalan.

Ketua DPRD Kobar, Triyanto mengatakan, tahun ini kerjasama dan tindaklanjut aspirasi, antar legislatif dan eksekutif harus berjalan lebih baik. Salah satunya terkait aspirasi penanganan banjir yang terjadi di sejumlah tempat di Kobar.

Triyanto mengungkapkan, tak sedikit warga Kobar, khususnya warga Kecamatan Kumai, yang menyampaikan aspirasinya terkait luapan air hujan yang menggenangi perumahan warga. “Pemerintah daerah melalui dinas terkait harus secepatnya mencari solusi. Jangan menunggu lelang atau pelaksanaannya berjalan,” ujar Triyanto, Minggu (3/1).

Menurut Triyanto, solusi penanganan insidental banjir ini salah satunya bisa dilakukan melalui tanggung jawab sosial swasta. Untuk itu, dirinya dalam waktu dekat akan segera meminta pihak eksekutif duduk bersama dalam mencarikan solusi atas kondisi buruk banjir yang dialami warga. “Banjir inikan akibat drainase dan jalan yang belum tertangani. Kita bisa minta agar swasta menanganinya lebih dulu.”

Terpisah, anggota DPRD senior, Sarwani mengungkapkan, akselerasi pemerintah daerah dalam menangani kondisi buruk musim penghujan, terbilang kurang. Hal tersebut terlihat masih banyaknya genangan air di sejumlah jalan protokol dan wilayah pemukiman dalam kota.

“Padahal kita jauh-jauh hari sudah menyarankan infrastruktur drainase perlu ditingkatkan. Kalau dataran tinggi juga masih ada yang genangan air, itu artinya tidak segera diperbaiki,” ujar Sarwani, Minggu (3/1)

Tak hanya terkait masalah genangan air hujan. Sarwani juga meminta pemerintah daerah serius menangani permasalahan kesehatan yang muncul dalam musim penghujan. Khususnya antisipasi gangguan kesehatan seperti
pemberantasan sarang nyamuk, fogging maupun pembagian bubuk abate.
(RD/B-7)