HARI terakhir libur tahun baru, warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membanjiri pantai Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (3/1/2015).
Pengunjung Pantai Kubu tidak hanya berasal dari Kobar tapi juga dari kabupaten tetangga seperti Sukamara, Lamandau dan Seruyan serta Kotim.
Kebanyakan dari mereka datang bersama keluarga. Ada juga pengunjung yang datang dengan pasangannya.
Selain dibanjiri wisatawan, Pantai Kubu juga disesaki dengan pedagang dadakan. Mereka bukan hanya pedagang dari Pangkalan Bun tetapi juga dari Kecamatan Kumai.
Kondisi air pantai Kubu yang keruh dan kotor tidak menyurutkan minat anak-anak untuk mandi. tidak ada larangan dari orang tua saat air berwarna kehitaman itu membasahi badan anak-anak mereka.
Saat dimintai tanggapannya, warga Sawah, Kabupaten Kotim, Nurhayah mengatakan, tahun baru kali ini ia bersama keluarganya datang ke Kobar untuk merayakan liburan. Ia sengaja membebaskan anak-anaknya untuk mandi.
Alasannya, selain dangkal dan tidak berbahaya air yang nampak keruh tidak akan berpengaruh buat kesehatan anaknya. Karena dasar pantai bukan pasir tetapi lumpur.
“Setahun sekali jadi biar saja mereka menikmati hari-harinya, suasana ini jarang kami dapatkan pada hari-hari biasa,” ujarnya.
Buang sampah
Kemeriahan suasana pantai Kubu dengan ribuan pengunjung itu juga mendapat keluhan terkait kurang sadarnya pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya.
Di Pantai Kubu khususnya gerbang Buaya warga sudah menyediakan 20 tong sampah. 4 diantaranya bantuan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sementara sisanya hasil karya dari Suryansyah, Aktivis lingkungan yang selalu mencermati kelangsungan pariwisata di Kecamatan Kumai.
“Yang saya sesalkan kurangnya kesadaran dari wisatawan untuk membuang sampah. Padahal sudah saya sediakan tong sampah. Saban harinya saya keluarkan dana Rp100 ribu untuk mengelola sampah, kan saya mengupah untuk memunguti sampah-sampah,” kata dia. (KK/B-7)


