ANGKUTAN Kota (angkot) di Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tahun ini diprediksi nyaris punah.
Hal ini disebabkan semakin banyaknya warga yang memiliki kendaraan roda dua (motor) dan roda empat (mobil). Demikian dikatakan Darsim, salah seorang pemilik bengkel mobil di Pangkalan Bun kepada Borneonews, Minggu (1/1/2016).
“Saya bukan pengamat, tapi dari pengalaman saya yang sudah membuka usaha bengkel mobil lebih dari 10 tahun di Pangkalan Bun,ternyata perkemba_ngan mobil angkot setiap tahunnya terus menurun. Karena semakin kurangnya penumpang. Bahkan ada mobil angkot yang masuk bengkel sampai sekarang jadi besi rongsok,” ungkap Darsim.
Sementara itu, Rahcmat, salah seorang pengemudi angkot mengatakan,
setiap hari jalan dari simpang Pasar Indrasari Pangkalan Bun menuju Jalan Pangeran Antasari terus ke Jalan Iskandar terkadang kosong tidak ada penumpang.
”Kalau diperhitungan dengan biaya BBM dan makan tidak ada untungnya. Kecuali ada borongan seperti mengantar rombongan yang hajatan atau punya langganan setiap subuh bawa barang belanjaan dari pasar, itu baru ada untung sedikit. Kalau sengaja keliling mengikuti rute untuk cari muatan tidak ada penumpangnya,” aku Rachmat saat ditemui Borneonews, Minggu (1/1/2016).
Terpisah, Sutarjo, salah seorang pengemudi angkot jurusan Pangkalan Bun-Kumai mengeluhkan setiap harinya penumpang sepi.
”Paling banyak 5 penumpang. Itu juga sudah lama mangkal dulu dekat Pasar Indrasari dan keliling kota Pangkalan Bun mencari penumpang tujuan Kumai,” keluh Sutarjo.
(MW/B-7)


