PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Perwakilan Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyampaikan pelarangan ekspor CPO oleh pemerintah ternyata berdampak terhadap kinerja neraca perdagangan di bulan Mei 2022.

"Perlu dicermati tren kenaikan inflasi domestik dan dampak pelarangan ekspor CPO terhadap kinerja neraca perdagangan di bulan Mei 2022," kata Otto menyampaikan rilis kantor pusat pada Jumat, 27 Mei 2022.

Di tengah perkembangan tersebut, lanjut Otto, pasar keuangan domestik secara umum bergerak volatile sejalan dengan pelemahan pasar keuangan global seiring aksi risk off investor.

"Hingga 20 Mei 2022, IHSG tercatat melemah sebesar 4,3 persen mtd ke level 6.918, sejalan dengan aliran dana nonresiden yang tercatat outflow sebesar Rp9,23 triliun mtd," katanya lagi.

Pasar SBN menurutnya secara mtd juga terpantau melemah dengan rerata yield SBN naik 42,5 bps di seluruh tenor sejalan dengan outflow SBN investor nonresiden sebesar Rp37,81 triliun mtd.

"Sepanjang bulan Mei 2022, total net outflow nonresiden di IHSG dan pasar SBN adalah sebesar Rp47,04 triliun," terang Otto lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)