KOMISI Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Lamandau hingga kini terus menjalankan kewajibannya, seperti melakukan pemantauan, sosialisasi dan penyuluhan terkait pencegahan penularan penyakit HIV/ Aids.
KPA menyebutkan hingga saat ini PSK di Lamandau masih ada.

Sepanjang 2015 saja, KPA  rutin melakukan dua kali pemeriksaan, yakni melakukan pengambilan sampel darah dan penyuluhan. Seperti di daerah H-5 Desa Beruta, Kecamatan Bulik.

Ketua KPA Lamandau, Multatuli Ilyas mengungkapkan di 2015, pihaknya menemukan adanya satu PSK yang dari hasil pemeriksaan dinyatakan positif HIV. Yang bersangkutan sudah dipulangkan ke daerah asalnya di Pulau Jawa.

Selebihnya, pihaknya juga mengakui bahwa meskipun berkali-kali melakukan penyuluhan, kesadaran para PSK dalam hal pencegahan penyakit menular masih sangat rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan jarangnya mereka memaksa pelanggan untuk menggunakan pengaman saat berhubungan.

“Kondom yang kita berikan gratis di setiap penyuluhan ternyata jarang digunakan. Sekian lama kita cek pasca penyuluhan ternyata pengamannya masih ada, mereka hanya menyimpannya. Padahal dari pengakuan, mereka kerap melayani tamu hampir tiap hari,” ungkap Multatuli Ilyas/

Disebutkan Multatuli, berdasarkan pengakuan para PSK, para PSK mengaku selalu menawarkan calon pelanggannya untuk menggunakan pengaman berbahan karet itu. Tetapi sebagian besar tamu tersebut menolak untuk mengunakannya.
(HN/B-11)