PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty mengatakan bahwa dengan kayanya Danau Toba sebagai objek wisata unggulan Indonesia, tetap masih terdapat permasalahan dan tantangan dalam pengelolaannya.

"Masih terdapat permasalahan dan tantangan dalam pengelolaan Danau Toba baik dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial budaya yang harus kita benahi bersama dan memerlukan perhatian khusus dari semua pihak untuk ditindaklanjuti," kata Prof Rahmawaty pada Jumat, 27 Mei 2022.

Hal ini disampaikan Prof Rahmawaty saat menyampaikan selaku Keynote Speech dalam kegiatan yang dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh hampir 200 peserta ini.

"Kegiatan dan riset telah banyak dilakukan baik oleh pemerintah, akademisi, swasta, LSM yang perlu dioptimalkan agar memberikan kontribusi bagi pengelolaan Danau Toba," tuturnya.

Begitu juga dengan pelaku industri menurut Prof Rahmawaty, yang cukup banyak di sekitar Danau Toba yang pelibatannya perlu dioptimalkan dalam pengelolaan Danau Toba ini.

--page

"Oleh sebab itu dalam rangka mewujudkan Pengelolaan Danau Toba yang berkelanjutan Berbasis Green Economy untuk Menyongsong Era Industri 4.0 maka diperlukan Sinergitas dari Multistakeholder," katanya lagi.

Hadir membuka kegiatan dan menyampaikan Welcome Speech, Direktur Sekolah Pascasarjana USU, Prof Ir Tengku Sabrin serta Ketua Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty.

Sebagai Moderator yakni Denizen Banurea dengan menghadirkan empat narasumber hebat yakni Prof Ritha F Dalimunthe, Prof Ir Nurlisa Ginting, Prof Dr Ir Abdul Rauf, serta Dr Ir Martono Anggusti. (TESTI PRISCILLA/B-5)