PEMADAMAN listrik kembali menghantui masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Akibat pasokan daya yang kurang, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Rayon Pangkalan Bun, terpaksa memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir di Kobar dan sekitarnya.
Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto menjelaskan, saat ini PLN defisit daya 2,8 megawatt (mW). Ada beberapa faktor yang menyebabkan defisit daya. Salah satunya, pasokan daya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai yang berkurang. PLTU Kumai hanya mampu mengoperasikan satu unit pembangkit, karena pasokan batubara yang terlambat.
Kemudian, adanya pengalihan operasional dua unit mesin pembangkit listrik sewa berkapasitas 1,7 mW dari Pangkalan Banteng, ke daerah Kuala Pembuang. Pengalihan itu untuk mengatasi defisit daya yang sangat mendesak di daerah tersebut.
Yang ketiga, adanya gangguan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kumai. Yang mana sebelumnya telah terjadi gangguan dan sampai saat ini dalam proses pengerjaan. Beberapa faktor itu menyebabkan PLN hanya mampu menyuplai 24,4 mW, sedangkan beban puncak 28,8 mW.
“Jadi kami adakan pemadaman listrik secara bergilir empat hari sekali yang jadwalnya sudah kami umumkan. Pemadaman bergilir sudah dilakukan sejak Sabtu (2/1) sore kemarin,” terang Purwanto, Minggu (3/1/2016).
Tiang SUTM meledak
Sementara itu, terkait gangguan listrik yang terjadi pada Minggu (3/1) sore, Purwanto menjelaskan, itu terjadi akibat ledakan dan percikan api membara di salah satu tiang listrik sekitar pukul 15.50 WIB.
Ledakan itu terjadi di tiang saluran udara tegangan menengah (SUTM) yang berada di dekat PLTU PT EEI Kumai. “Kemungkinan karena angin kencang pada waktu hujan lebat tadi. Setelah petugas sampai di TKP, ada penghantar yang lepas dari isolatornya menempel di travers. Sehingga terjadi hubungan singkat atau korsleting listrik,” jelasnya.
Menurutnya, gangguan itu bisa dilokalisasi pada pukul 16.10 WIB. Namun, untuk menormalkan aliran listrik dilakukan secara bertahap.
Purwanto menambahkan, dalam kondisi cuaca buruk seperti saat ini, hal serupa masih memungkinkan terjadi di jaringan SUTM dan jaringan listrik PLN umumnya. Namun dirinya berjanji untuk tidak berhenti melakukan inspeksi dan pemeliharaan semaksimal mungkin.
(RD/B-2)


