BORNEONEWS, Palangka Raya - Tema Webinar yang dilaksanakan oleh Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara hari ini, Jumat, 27 Mei 2022 dinilai sangat penting dan menarik khususnya untuk pengelolaan Danau Toba yang berkelanjutan.
"Adapun tema yang diangkat dalam webinar ini yaitu mengenai Sinergitas Multistakeholder dalam Mewujudkan Pengelolaan Danau Toba yang Berbasis Green Economy untuk Menyongsong Era Industri 4.0," kata Ketua Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty selaku Keynote Speech dalam kegiatan tersebut.
Mengapa ini menjadi penting untuk didiskusikan, menurut Prof Rahmawaty, tidak lain karena Danau Toba merupakan kawasan sangat populer dan merupakan kebanggaan di Provinsi Sumatera Utara.
"Keindahan alam Danau Toba seringkali menjadi ikon pariwisata Indonesia," katanya.
Danau Toba juga menurutnya merupakan salah satu dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
--page
"Destinasi Super Prioritas lainnya adalah Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang. Danau Toba juga telah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark dalam sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis pada tanggal 2 Juli 2020," bebernya.
Dengan banyaknya potensi sumberdaya alam dan budaya yang dapat diangkat untuk menarik para wisatawan lokal, wisatawan dari dalam negeri dan dari mancanegara untuk berkunjung ke Danau Toba inilah maka webinar ini dianggap penting untuk dilaksanakan.
Hadir membuka kegiatan dan menyampaikan Welcome Speech, Direktur Sekolah Pascasarjana USU, Prof Ir Tengku Sabrin serta Ketua Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty.
Sebagai Moderator yakni Denizen Banurea dengan menghadirkan empat narasumber hebat yakni Prof Ritha F Dalimunthe, Prof Ir Nurlisa Ginting, Prof Dr Ir Abdul Rauf, serta Dr Ir Martono Anggusti. (TESTI PRISCILLA/B-5)









