SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa hari terakhir, 3 desa di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur dilanda banjir akibat curah hujan dan air pasang tinggi. 

Banjir sudah terjadi hampir sepekan terakhir dengan ketinggian bervariasi. Bahkan sejumlah rumah warga masuk air hingga membuat mereka harus mendirikan panggung. 

Pemerintah daerah yang mengetahui musibah banjir tersebut langsung melakukan pemantauan dan memberikan bantuan berupa sembako dan lainnya. 

Sehingga masyarakat dan pemerintah kecamatan berterimakasih atas perhatian tersebut, karena mereka sangat membutuhkan. 

"Dampak banjir sangat berpengaruh terhadap aktivitas warga, shingga bantuan dari pemerintah tersebut sangatlah membantu," ujar Camat Mentaya Hilir Utara Muslih, Sabtu 28 Mei 2022. 

--page

Pembagian sembako dilakukan oleh Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Mereka datang ke desa yang sudah terdata korban guna menyalurkan bantuan tersebut. Baik sembako, dan juga obat-obatan yang untuk para korban banjir yang sakit akibat dampak dari musibah tersebut. 

"Saat ini yang terdata korbannya yakni Desa Natai Baru 50 KK dan Sumber Makmur 30 KK," terang Muslih. 

Sementara di Desa Bagendang Tengah masih menunggu data dari kepala desa, karena di daerah itu juga menjadi salah satu desa yang cukup parah terdampak banjir.

"Saya imbau masyarakat selalu berhati-hati, terutama dari buaya, sehingga hindari aktivitas di malam hari. Selain itu juga memperhatikan aliran listrik, jangan sampai ada korban kesetrum," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)