SUNGAI Katingan di wi­layah Kecamatan Tasik Payawan meluap se­jak dua hari terak­hir mengakibatkan akses ja­lan menuju Desa Talingke putus.

Hal ini karena tingginya curah hujan di wilayah itu, terutama di bagian hulu.

Pantauan Borneonews di lo­kasi, warga Desa Talingke sejak dua hari terakhir kesulit­an untuk bepergian baik war­ga yang ingin berbelanja di Kereng Pangi maupun ke dae­rah lainnya.

Pasalnya akses jalan satu-satu­nya menuju desa itu ter­pu­tus akibat kebanjiran air Sungai Katingan yang naik.

“Sudah dua hari ini jalan me­nuju desa kami putus, ha­ri ini sudah tidak bisa dilewat­i motor atau mobil, sebab keti­nggian air yang merendam jalan sudah lebih dari satu me­ter,” sebut Zulkarnaen, war­ga Desa Talingke Keca­mat­an Tasik Payawan, Ming­gu (3/12/2016).

Menurut Ijul panggilan akrabnya, jalan di desanya yang tenggelam itu sepanja­ng­ kurang lebih satu kilometer. Sedangkan panjang ja­lan­ dari Jalan Poros Kereng Pangi-Baun Bango ke Desa Ta­lingke ini sepanjang enam ki­lo meter.

“Sebenarnya jalan menuju­ desa kami baru dibuat peme­rintah pada 2014, tapi saat itu pihak kontraktor yang me­ngerjakan jalan tidak se­lesai, sebab masih ada se­kitar satu kilo setengah la­gi yang belum ditimbun, aki­batnya yang belum sempat di­timbun itu ya kebanjiran seperti sekarang ini,” keluh­nya.

Hampir setiap hari bapak dua anak ini mengaku bolak balik Kereng Pangi-Talingke untuk berbelanja sembako pesanan warga desanya.

Namun sejak dua hari ini sepeda motor yang ditungga­ngi­nya harus dinaikkan ke­lotok kecil bermesin guna me­lewati ruas jalan yang ter­­rendam banjir itu dengan­ biaya sekali jalan Rp15 ribu.

“Yang jelas kami masyarakat Desa Talingke memohon kepedulian pemerintah daerah agar awal tahun mem­per­hatikan kondisi jalan de­sa kami. Kami tidak minta apa-apa, yang kami harap­kan­ adalah agar ruas jalan yang kebanjiran itu ditim­bun­, itu saja,” harapnya.

Yayan, Ketua RT2 Desa Talingke berharap kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi jalan desanya.

“Dari enam kilometer itu se­karang yang bisa dilewati ha­nya sekitar lima kilo saja, sebab yang satu kilo ter­ren­dam banjir,” sebutnya. (B-6)