DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Barito Selatan (Barsel), menyadari pelayanan pada masyarakat dalam pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP), kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran senantiasa harus terus ditingkatkan.
Kepala Disdukcapil Barsel, Nyamei Tumbai mengatakan, pada tahun 2016 ini, pihaknya akan lebih menjemput bola, terjun langsung ke masyarakat agar kebutuhan dokumen kependudukan warga segera terpenuhi.
“Apalagi di tahun 2016 seiring dengan perubahan regulasi peningkatan pelayanan akan lebih ditingkatkan lagi. Kalau dulu masyarakat harus proaktif. Namun sekarang petugas yang harus aktif turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan e-KTP, KK dan akta kelahiran,” kata Nyamei Tumbai kepada Borneonews, di Buntok Minggu (3/1/2016).
Nyamei menyebutkan, pembuatan E-KTP di Barsel saat ini baru mencapai 80 persen. Ia berharap, dengan petugas Disdukcapil yang ambil inisiatif, realisasi seratus persen warga menggunakan E-KTP segera terwujud.
Ia menegaskan petugas Disdukcapil harus bersikap bahwa pembuatan E-KTP merupakan bagian dari kepentingan pelayanan dasar kepada warga. “Karena semua pelayanan di manapun akan berorientasi pada E-KTP. Untuk itu kita berharap masyarakat akan lebih proaktif lagi,” kata Nyamei.
Apalagi, lanjut dia, pihaknya saat ini lebih terbantu karena pencetakan fisik E-KTP sudah bisa dilakukan di Disdukcapil Barsel.
“Namun kurang lebih satu minggu ini pencetakannya masih belum bisa karena gangguan server di pusat. Meski mengalami gangguan, ketunggalan datanya tetap diteruskan ke pusat,” bebernya.
Sementara itu, salah seorang warga, dari Desa Bundar Dani Arimahi mengatakan, pelayanan jemput bola sangat membantu warga untuk pembuatan e-KTP. Ia mengatakan, khususnya warga pedalaman kebanyakan enggan melakukan perekaman E-KTP, karena membutuhkan waktu dan biaya untuk sampai ke Buntok. “Sangat membantu kami warga desa. Karena tidak membutuhkan biaya transportasi,” ucapnya. (UR/B-10).


