KEKALAHAN 0-2 yang dialami Liverpool saat melawan West Ham United membuat pelatih the Reds, Jurgen Klopp, naik pitam. Menurut dia, para pemainnya seharusnya bisa berbuat yang lebih baik.
Bermain di Boleyn Ground, Sabtu (2/1/2016) malam, Liverpool sejatinya memulai pertandingan dengan baik. Namun gol cepat dari Michail Antonio di babak pertama dan gol Andy Carrol di babak kedua menjadi perbedaan.
Meskipun mampu menguasai permainan, the Reds tidak bisa menembus pertahanan rapat tuan rumah. Dan menurut Klopp, timnya tidak memiliki intensitas permainan yang diperlukan untuk meraih kemenangan.
“Anda tidak merasa cukup di saat-saat yang menentukan. Kami memiliki nasih buruk dalam beberapa situasi, tetapi bukan itu yang saya ingin lihat. Gol pertama, kami tidak bertahan dengan baik menghadapi umpan silang. Gol kedua, kami lima pemain melawan satu pemain, dan tidak memenangi bola. Mereka membuat umpan silang dan itu 2-0,” ujarnya.
“Dalam laga seperti ini, di mana Anda melihat Anda dapat menjadi lebih baik, Anda harus lebih baik. Ini bukan hari untuk jadi kecewa, ini adalah hari untuk menjadi marah,” tegasnya.
Berbanding terbalik dengan Liverpool, Manchester United akhirnya bisa menghentikan delapan laga tanpa kemenangan saat unggul tipis atas Swansea City dengan skor 2-1.
Kemenangan itu membuat pelatih Louis van Gaal yang selalu diserang isu pemecatan bisa bernapas lega.
Selain mengahiri rentetan delapan pertandingan ranpa kemenangan, laga melawan Swansea menjadi spesial bagi MU sebab mengantarkan sang kapten Wayne Roney menjadi top skor spanjang masa Liga Primer Inggris. (Bola.net/Goal.com/B-3)








