WARGA Basarang, Ke­camatan Ba­sa­­rang, se­lama ini belum pernah me­ra­sakan layanan air bersih da­ri Perusahaan Daerah Air Mi­num (PDAM) Ka­puas.

Untuk mendapatkan air ber­sih, warga terpaksa meng­an­dalkan sumur bor dan air su­ngai. Namun, saat musim kemarau tiba, warga terpaksa membeli air bersih yang di­jual perorangan dengan mo­bil pikap.

Namun, mulai Januari 2016, persoalan warga tersebut segera teratasi. “Sebab ki­ni PDAM Kapuas tengah mem­bangun intake di Km 1, Desa Maluwen, dengan me­ngambil lokasi di Daerah Ali­ran Sungai DAS Kapuas. Nan­tinya penanaman dan pe­masangan pipa PDAM te­pat berada di tepi Jalan Trans Ka­limantan (melintasi Basarang). Untuk saat ini pemba­ngun­an intake sudah berjalan se­kitar 80%,” kata Direktur Uta­ma PDAM Kapuas Widodo saat dihubungi via telepon, Ming­gu (3/1/2016).

Pembangunan intake telah dilaksanakan sejak September 2015 dan dijadwalkan se­lesai pada Januari 2016.

Dengan selesainya pemba­ngun­an intake itu, PDAM ki­ni bisa melayani warga Ba­sarang.

Sebenarnya, manajemen PDAM sempat berencana mem­buat intake di Km 9, Ba­sarang. Namun, lantar­an zat besi di kawasan itu ter­lalu tinggi dan airnya ter­lalu asam, rencana itupun diba­tal­kan. Sebagai alternatif, PDAM membangun intake di Km 1, Desa Maluwen.

“Kalau intake yang kami buat itu menggunakan air DAS Kapuas, tepatnya di Su­ngai Pulau Telo, sehingga ke depan bila terjadi kemarau, PDAM tak mengalami masalah.” (B-3)