PEDAGANG di Pasar Induk, Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, diresahkan dengan peredaran uang palsu. Pedagang menduga uang palsu itu sengaja diedarkan pembeli tidak bertanggung jawab.
Pembeli itu biasanya beraksi saat pedagang lengah karena sedang melayani banyak konsumen.
Kondisi seperti itu biasanya terjadi ketika menjelang hari besar keagamaan seperti hari Raya Idul Fitri, Natal, dan tahun baru.
“Biasanya saat pembeli banyak, kita disibukkan dengan melayani pembeli. Jadi kita tidak terlalu memperhatikan uang yang diserahkan. Saat itulah kemungkinan si pembeli menggunakan uang palsu mengambil kesempatan. Sudah dua kali saya mendapat uang palsu dan saya baru mengetahui ketika menyetor uang ke bank,” aku Siti Arbainah, pedagang ayam potong di Pasar Induk, Kuala Kapuas, Sabtu (2/1/2015).
Ia melanjutkan, saat menjelang Natal dan tahun baru tadi, ia juga menemukan uang palsu bernilai Rp100 ribu sebanyak satu lembar. Uang itu baru diketahui palsu saat lengket pada mesin menghitung di bank.
Sedangkan pada tahun sebelumnya, Siti mengaku menemukan uang palsu sebanyak lima lembar pecahan Rp100 ribu. (Sri/B-3)


