PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan vaksin untuk mengatasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di berbagai wilayah di Indonesia.

Medik Veteriner Muda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kobar, drh GM Sofyannoor pada Senin, 30 Mei 2022 menjelaskan, vaksin tersebut saat ini dikembangkan oleh Kementan di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya.

"Dari informasi yang kami terima, InsyaAllah dalam waktu dekat sudah siap karena proses pengembangan dan penyiapan vaksin tersebut memakan waktu sekitar 3 bulan," kata GM Sofyanoor.

Namun, lanjut GM Sofyanoor, terkait kapan vaksin tersebut bisa diterima di Kalteng dan berbagai kabupaten, ia mengatakan masih belum mengetahuinya.

"Untuk hal ini silakan dikonfirmasi pada Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng," ujarnya.

--page

Seperti diberitakan, Kepala Pusvetma Surabaya Edi Budi Susila mengatakan, pengembangan vaksin tersebut merupakan arahan langsung dari Menteri Pertanian.

"Pengembangan vaksin dilakukan dengan metode kultur jaringan untuk membuat vaksin inaktif atau killed vaccine," jelas Edi Budi Susila

Edi Budi Susila melanjutkan, vaksin ini mengandung virus yang sudah dimatikan dengan suhu panas, radiasi, atau bahan kimia. 

"Proses ini membuat virus tetap utuh, tapi tidak mempunyai kemampuan untuk berkembang biak. Fungsi vaksin ini untuk melindungi ternak yang belum terjangkit dari penularan PMK. Sedangkan ternak yang sudah terjangkit akan kami maksimalkan pengobatan dan perawatannya," jelas Edi Budi Susila. (WAHYU KRIDA/B-7)