PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B. Aden menyampaikan keberhasilan penurunan angka stunting di Kalteng.

Berdasarkan hasil rilis Menteri Kesehatan RI melalui Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka stunting Provinsi Kalteng berhasil turun 4,9 persen.

“Kalteng telah berhasil menurunkan angka stunting dari 32,3 persen tahun 2020 atau urutan keenam terbesar stunting se-Indonesia turun menjadi 27,4 persen atau urutan empat belas se-Indonesia,” tuturnya saat membacakan sambutan tertulis Sekretaris Daerah Kalteng H. Nuryakin di Aula Bappedalitbang, Senin 30 Mei 2022.

Stunting diyakini dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi pada anak terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selain itu angka stunting sering dikaitkan dengan perkawinan usia anak. Pencukupan gizi anak menjadi beban bagi pasangan muda yang belum memiliki penghasilan cukup.

--page

Sehingga perkawinan usia anak juga menjadi salah satu perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng selain fokus utama pada stunting. (HERMAWAN DP/B-11)