BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terkait hilangnya barang berharga milik keluar pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pihaknya menyarankan agar keamanan dan pengawasan lebih diperketat.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kobar Rizky Aditya Putra. Menurutnya, kasus pencurian itu bisa terjadi dimana saja. Namun saat kasus pencurian terjadi di tempat pelayanan publik, maka hal ini juga harus menjadi catataan agar pelayanan kedepan bisa jauh lebih baik.
Seperti kasus pencurian ponsel di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, hal itu memang seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, faktor keamanan dan pengawasan harus lebih diperketat.
"Kita harapkan kasus itu menjadi perhatian baru rumah sakit, agar faktor keamanan bisa ditingkatkan lagi," katanya.
Kasus pencurian ini bukan yang pertama, sehingga kedepanya di sejumlah selasar perlu adanya CCTV dan diawasi. Mengingat RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun ini sangat luas.
--page
"Jadi, demi kebaikan bersama maka perlu adanya CCTV yang memadai, sehingga saat ferjadi kehikangan dan tindakan kriminal dapat terekam di CCTV dan tinggal laporkan ke polisi," ungkapnya.
Lanjuta Rizky, termasuk mengenai jumlah penunggu pasien juga bisa dibatasi. Hal ini tentunya untuk menghindari kasus pencurian dan sebagainya.
"Akreditadi rumah sakit kita ini sudah paripurna, maka hal ini juga agar diperhatikan supaya nantinya kasus serupa tak terulang kembali," pungkasnya. (DANANG/B-6)









