Ikan seluang memprovokasi Naga Nusa dengan menyebut ada naga lain di lautan yang menantangnya adu kekuatan.
***********
MENDENGAR cerita ikan seluang, Naga Nusa pun naik pitam. “Berani sekali naga itu menantangku. Katakan padanya bahwa aku menerima tantangannya! Besok suruh dia datang ke tempat ini aku akan menunggunya,” seru Naga Nusa. “Baik, Tuan Naga!” jawab ikan saluang lalu pergi.
Keesokan harinya, Naga Nusa pun datang menunggu di tempat itu. Sedangkan ikan saluang, bukannya pergi memanggil naga yang ada di lautan sana, melainkan bersembunyi di balik bebatuan bersama teman-temannya sambil memerhatikan gerak-gerik Naga Nusa yang sedang mondar-mandir menunggu kedatangan musuhnya. Namun, musuh yang ditunggu-tunggunya tidak kunjung datang, karena naga yang dimaksudkan ikan saluang itu memang tidak ada.
Akhirnya ia pun kelelahan dan tertidur di tempat itu. Ikan saluang pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Pelan-pelan ia mendekati ekor Naga Nusa, lalu berteriak dengan keras. “Tuanku! Musuh datang!”
Mendengar teriakan itu, Naga Nusa menjadi panik. Dengan secepat kilat, ia memutar kepalanya ke arah ekornya, sehingga air sungai itu mendesau. Ia mengira suara air yang mendesau itu adalah musuhnya. Tanpa berpikir panjang,
ia pun menyerang dan menggigitnya. Namun, tanpa disadari, ia menggigit ekornya sendiri hingga terputus. “Aduuhhh....!” terdengar suara jeritan Naga Nusa menahan rasa sakit.
Pada saat itulah, ikan saluang segera memerintahkan semua teman-temannya untuk menggerogoti luka Naga Nusa. Naga Nusa pun semakin menjerit dan mengamuk. Tempat itu bergetar seolah-olah terjadi gempa bumi.
Namun, kejadian itu tidak berlangsung lama. Tenaga Naga Nusa semakin lemah, karena kehabisan darah. Beberapa saat kemudian, Naga Nusa akhirnya mati. Semua ikan yang ada di dasar Sungai Kahayan berdatangan memakan daging Naga Nusa hingga habis.
Hanya kerangkanya yang tersisa. Lama kelamaan, kerangka itu tertimbun tanah dan ditumbuhi pepohonan. Tumpukan pepohonan itu kemudian membentuk sebuah pulau yang kini dikenal dengan nama Pulau Nusa. (B-3)
Sumber: Cerita Rakyat Nusantara








