DUA pesawat penumpang yang terbang dari Jakarta, Trigana Air dan Kalstar, sempat batal mendarat di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Minggu (3/1/2016) siang. Cuaca yang berselimut kabut tebal akibat hujan lebat, menghadang pendaratan karena jarak pandang (visibility) pada posisi tidak aman.
“Pesawatnya tidak bisa landing dan akhirnya kita dilempar ke Semarang, Jawa Tengah (Bandara Ahmad Yani),” kata Olga (32 tahun), salah satu dari 144 orang Trigana.
Ia baru pulang berlibur bersama suaminya dari Singapura dan transit di Jakarta untuk berganti naik Trigana dengan pesawat Boeng 737-400 PK YSF menuju Pangkalan Bun. Pesawat terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (BSH) pukul 10.20.
Namun pesawat batal mendarat seperti dijadwalkan pukul 11.30 WIB di Bandara Iskandar pukul 11.30 WIB. Dari balik jendela kabin, Olga sempat mengabadikan kondisi cuaca yang berkabut tebal ketika pesawat tersebut berada di atas Pangkalan Bun.
Petugas Keamanan Penerbangan (Aviation Security) PT Trigana Air Pangkalan Bun, Sarno, juga melihat dari Bandara Iskandar pesawat itu berputar-putar di udara sekitar 40 menit. ‘’Karena visibility tidak kunjung membaik, di bawah 500 meter, kapten pilot akhirnya meminta izin untuk melakukan pengalihan (divert) pedaratan ke Semarang pada pukul 12.15 WIB,” katanya.
Kepala Seksi Tekhnik Operasi dan Keselamatan Bandara Iskandar, Darsono, juga membenarkan tentang jarak pandang yang tidak aman bagi pendaratan tersebut.
Setelah menunggu sekitar tiga jam di Bandara Ahmad Yani, pesawat kembali mengudara dan berhasil landing di Bandara Iskandar sekitar pukul 17.30 WIB.
Kalstar ke Banjarmasin
Pesawat Embrier milik PT Kalstar Aviation rute Jakarta-Pangkalan Bun mengalami hal serupa. Terbang dari BSH pukul 14.00, karena tak bisa mendarat di bandara Iskandar, kemudian dialihkan ke Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Saya pulang dari ibadah umrah. Sekarang di Banjarmasin, pukul 18.33, masih di dalam pesawat persiapan mau take off,” ungkap Suprapto, salah seorang penumpang Kalstar.
Menurut prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun, Januar R Pratama, keadaan cuaca kemarin siang terjadi hujan lebat. ‘’Disertai petir dan jarak pandang di runway Bandara Iskandar sekitar 500 meter saja,” katanya.
Sebelumnya, pada sekitar Oktober-November 2015, penerbangan rute Bandara Iskandar lumpuh akibat bencana kabut asap dengan jarak pandang hingga di bawah 500 meter. Pemicunya adalah kebakaran hutan dan lahan yang sangat marak dan berlangsung lama sehingga baru padam setelah datang musim hujan. (B-1)


