Kita sudah sama-sama tahu tentang bahaya menenggak minuman keras (miras). Karena pengaruh miras, orang bisa mabuk, mual, muntah, pusing, lemas, dan jadi pemalas. Karena miras, orang bisa cedera dan tewas saat berjalan atau berkendaaran.
Lebih jauhnya, akibat miras orang bisa hilang kontrol diri dan akal sehat. Sering kita melihat atau mendengar berita tentang orang mabuk miras yang membuat onar, berkelahi, menganiaya, bahkan membunuh atau terbunuh.
Orang menenggak miras bisa karena gagah-gagahan, menunjukkan eksistensi diri, dan mencari perhatian. Orang menenggak miras juga bisa karena depresi, frustrasi, dan patah hati. Atau, hanya sekadar untuk solidaritas, setiakawan, perayaan ulang tahun, dan pesta pergantian tahun seperti baru lalu.
Namun, cara seperti itu, apa pun alasannya, sangat ngawur. Salah kaprah. Akibat buruknya bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada orang lain, termasuk orang-orang terdekat kita.
Orang yang terpengaruh mabuk miras dapat melukai, memerkosa, diperkosa, atau bahkan membunuh dan dibunuh orang lain tanpa sadar. Orang dalam pengaruh miras dapat hilang akal sehatnya. Ia bisa melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri dan juga orang lain di sekitarnya. Juga, akibat miras, banyak biaya, waktu, dan tenaga yang terbuang percuma.
Yang mengherankan, masih banyak orang yang memperjuangkan miras agar bebas diproduksi, diperjualbelikan, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh siapa saja. Padahal, ada begitu banyak efek negatif dari miras yang secara sadar diketahui oleh hampir semua orang.
Oknum-oknum pemerintah pun terkadang turut serta membantu memuluskan aksi pengusaha miras dan pecinta miras. Maka, lihatlah, korban terus berjatuhan terhadap generasi penerus bangsa ini.
Saatnya kita hentikan semuanya. Jangan membuang waktu dan kesempatan lagi untuk memberangus miras.








