BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sukses eradikasi Frambusia, sehingga Kabupaten Kotawaringin Barat mendapatkan sertifikat bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan, Selasa 31 Mei 2022.
Penghargaan dari Menteri Kesehatan diterima langsung oleh Sekda Kobar Suyanto didampingi Asisten I Tengku Ali Syahbana dan Kepala Dinas Kesehatan Kobar Achmad Rois beserta anggota dalam rangka peringatan Hari Malaria Sedunia di VIP Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
Penghargaan Kobar bebas Frambusia tahun ini menambah catatan manis kesehatan di Kobar, karena sebelumnya Kobar telah menerima sertifikat eliminasi malaria pada 2015 dan Kobar telah menerima sertifikat eliminasi filariasis pada 2016.
Atas penghargaan ini Sekda Kobar Suyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja dari unsur petugas kesehatan yang ada di Kobar. Perolehan ini menunjukkan kinerja yanh baik dari unsur kesehatan selama ini.
"Kita patut bersyukur bahwa dalam urusan kesehatan kita selalu bergerak dalam track atau jalan yang baik, sehingga urusan kesehatan di Kobar semakin baik dengan keterbatasan kita di Kobar," kata Suyanto dalam rilisnya kepada Borneonews.
--page
Untuk itu dalam rangka meningkatkan sektor kesehatan, Suyanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa men suport dan mrndukung, agar ajakan - ajakan untuk hidup sehat dan hidup bersih dapat dijalankan dengan baik.
Kepala Dinkes Kobar, Achmad Rois menambahkan bahwa Kobar merupakan salah satu kabupaten yang memenuhi persyaratan bebas Frambusia dari 47 kabupaten dan kota di Indonesia.
Untuk di Provinsi Kalimantan Tengah, Kobar merupakan 1 di antara 3 kabupayen yang menerima sertifikat bebas frambusia bersama Kabupaten Sukamara san Kabupaten Murung Raya.
"Hal ini merupakan hasil kerja keras dan kerja sama yang sangat baik, antara jajaran kesehatan dengan para pihak sesuai strategi eradikasi frambusia di Indonesia," imbuhnya.
Sejak 2018 di Kobar telah dilakukan surveilan yang menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya kasus baru frambusia serta telah dilakukan kegiatan kewaspadaan dini dan respon kasus baru frambusia.
"Ke depan diharapkan Kobar bisa benar-benar mempertahankan status bebas frambusia, dan menjaga derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan dan menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) di masyarakat," pungkasnya. (DANANG/B-11)









