PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi dan hewan berkuku belah lainnya seperti sapi, kerbau, babi, domba serta kambing dan tidak membahayakan kesehatan manusia, namun beberapa upaya perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut agar tidak menyebar pada ternak di lingkungan masing-masing individu.

Medik Veteriner Muda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kobar drh GM Sofyannoor, Selasa 31 Mei 2022 menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK di lingkungan.

"Kementerian Pertanian mengeluarkan leaflet terkait tips penanganan daging segar dan jeroan yang dibeli di pasar tradisional," jelasnya.

Bila membeli daging sebaiknya tidak dicuci dulu sebelum diolah, melainkan direbus dulu dengan air mendidih sekitar 30 menit sebelum diolah.

"Kemudian bila daging tidak langsung diolah menjadi masakan atau disimpan di freezer, maka daging dan kemasannya disimpan terlebih dahulu dalam suhu dingin atau chiller minimal 24 jam sebelum diolah menjadi masakan," jelasnya.

--page

Selain itu bila ingin mengolah bagian jeroan sebaiknya dipastikan bahwa hal tersbut sudah direbus.

"Bila jeroan masih mentah, rebus dahulu dengan air mendidih sekitar 30 menit sebelum disimpan di kulkas atau diolah," jelasnya.

Terakhir, agar tidak ada pencemaran virus pada lingkungan sebaiknya bungkus daging yang dibeli tidak langsung dibuang ke tempat sampah.

"Agar memastikan tidak adanya virus yang terdapat pada bungkusan tersebut sebaiknya direndam dahulu dengan deterjen. Bisa juga dengan pemutih pakaian atau cuka dapur," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)