PEMBANGUNAN rumah sederhana tahap pertama untuk korban abrasi di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur sudah mencapai 95%. Ditargetkan akhir tahun ini sudah bisa ditempati.

“Dari 100 unit yang dibangun pada tahap pertama yang sudah terbangun 88 unit. Fisiknya sudah mencapau 95%. Kita targetkan pertengahan atau akhir tahun ini sudah bisa ditempati, terutama untuk yang 29 orang yang memang rumahnya dirobohkan karena abrasi,” kata Kepala Dinas Pertamanan Tata Kota dan Kebersihan (Dispertasih) Kotim, Juanda, Senin (4/1/2016).

Bantuan rumah dari Kementerian perumahan rakyat untuk relokasi korban abrasi di Desa Ujung Pandaran direncanakan pada tahap pertama adalah 100 unit. Namun karena permintaan pemerintah daerah rumah itu dibangun dengan fasilitas lengkap sehingga tahap pertama dikurangi.

“Pengalokasian anggaran memang untuk 100 rumah karena kita mengharapkan fasilitas lebih dimana dana dari pemda pun terbatas, dari hitungan mereka itu dari bangun sumur bor, jalan utama, jalan lingkungan sehingga dapatnya hanya 88 unit,” ujarnya.

Bantuan rumah dari kemenpera untuk korban abrasi itu sebanyak 329 unit sesuai dengan jumlah kepala keluarga di Desa Ujung Pandaran yang akan direlokasi. Namun pemerintah daerah langsung mengusulkan untuk digenapkan menajdi 330 unit. Sisa sekitar 242 unit itu akan disulkan dibangun pada  2016.

“Pada 2016 ini kita usulkan minimal bisa dibangun atau direalisasikan seluruhnya,” harapya.daerah dengan luasan tanah yang digunakan 25 hektare.

Pada tahap pertama kemarin, pemerintah daerah sudah meraliasiasikan 18 hektare. Untuk tahap selanjutnya yakni sisanya akan segera dilakukan lengkliring lagi luasan persiapan apabila nanti bantuan dari Kemenpera yang diusulkan itu teralisasi.

“Kita bantuan teknisnya saja, kita terima dalam bentuk barang jadi. Memang kemarin ada masalah karena bangunan seperti kusen, dan bahan batako setelah kami koordinasikan dengan mereka kontraknya kayu nomor dua bukan ulin. Jadi mereka menyesuaikan dengan kontrak.”
 (FI/B-7)