ENAM kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah rawan banjir. Dari data yang ada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), enam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bukit Santuei, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Kota Besi, Cempaga Hulu, dan Telaga Antang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kotim Rukmana Priatna, mengatakan, keenam daerah itu rawan banjir, karena air turun sangat lambat dan sungai yang ada di sekitar dalam keadaan pasang. “Diperkirakan pada Februari dan Maret intensitas hujan semakin tinggi,” ujar Rukmana Priatna, Senin (4/1/2016).

Mengantisipasi banjir, pihak BPBD terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, khususnya di daerah yang rawan banjir. “Masyarakat di enam kecamatan tersebut hendaknya tetap waspada, apalagi musim penghujan diprediksi akan berlangsung hingga April mendatang,” jelas Rukmana.

Selain di enam kecamatan itu, beberapa daerah dataran rendah juga rawan terjadi banjir, namun tidak lama dan air cepat turun.

Sementara itu, apabila musim hujan terjadi dengan intensitas tinggi, beberapa kawasan di dalam Kota Sampit rawan digenangi air. Bahkan, fasilitas umum seperti rumah sakit pun tak luput dari sasaran banjir.

Pemerintah juga berupaya keras menangani dengan membongkar total penutup saluran air di beberapa titik dalam kota. Seperti dilakukan di trotoar sepanjang Jalan MT Haryono, HM Arsyad, dan Pelita. Hal ini dianggap instasi terkait akan efektif menaggulangi masalah banjir dalam kota. (MH/B-2)