JUMADI alias Gondrong (45) warga Desa Pare, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jatim, tewas akibat 20 tusukan pisau. Hal itu diketahui berdasarkan hasil otopsi  yang dilakukan oleh tim forensik dari RSUD Dr Doris Silvanus Palangka Raya.

Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, mengatakan, ada dua puluh mata luka di sekujur badan korban diantaranya, di wajah, punggung, perut, leher dan kepala. “Total sekitar 20 tusukan, dan untuk dugaan sementara, Gondrong di bunuh,” ujar Hendra, di mapolres, Senin (4/1/2016).

Seperti diketahui, Gondrong ditemukan tewas di bak sampah samping warung yang dijaganya pada Sabtu (2/1/2016). Polisi menduga, Gondrong dibunuh, karena pelaku menyimpan dendam. Dugaan tersebut berdasarkan puluhan luka yang ada di tubuhnya dan tidak ada barang berharga yang hilang dari warung yang dijaga korban.

“Pelaku diperkirakan lebih dari satu orang, dan korban diserang dari arah belakang, karena luka di punggung ada sembilan tusukan,” lanjut Hendra.

Saat ini mereka masih melakukan pengejaran terhadap seseorang yang pernah berkonflik dengan korban, dan ditargetkan dalam satu pekan pelaku akan mereka tangkap.

Sementara itu, dari keterangan Tamin (40) sepupu korban, mengatakan, Gondrong pernah bercerita pada enam bulan lalu berkelahi dengan dua orang yang juga penambang emas di daerah Kapur Naga, Desa Tangar, Kecamatan Telawang. “Kami kira orang itulah pelakunya, karena hanya perkelahian itulah yang pernah diceritakan oleh korban,” ucap Tamil.
(MH/B-2)