BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Susi Idawati mengajak masyarakat untuk membiasakan diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Hal ini sebagai langkah pencegahan penyakit hepatitis akut misterius pada anak-anak di bawah usia 16 tahun yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO pada 15 April lalu.
"Masyarakat tidak perlu panik, tapi kita harus waspada. Para dokter sudah menjelaskan bahwa Hepatitis secara umum menular melalui mulut, maka pencegahannya dengan membiasakan PBHS," katanya, Kamis, 2 Juni 2022.
Lazimnya, masyarakat Indonesia menyebut penyakit ini dengan istilah penyakit kuning atau penyakit liver. Saat ini ada lima varian hepatitis yang diketahui di dunia, yaitu Hepatitis A, B, C, D, dan E.
Sebelumnya, WHO mendapat laporan dari 12 negara terkait kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologi sebab pada pasien pengidap hepatitis akut tersebut tidak ditemukan adanya virus hepatitis A, B, C, D, ataupun E sehingga penyebab penyakit hepatitis akut ini masih misterius.
--page
“Kami mengajak kepada masyarakat, terutama para orang tua agar memperhatikan kebersihan makanan anak-anaknya. Kita perlu membiasakan anak-anak kita untuk mencuci tangan pakai sabun setiap sebelum dan sesudah beraktivitas," ungkapnya.
Hepatitis akut memiliki gejala seperti penyakit hepatitis pada umumnya, gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice akut.
Yakni perubahan warna kulit menjadi kekuningan dan gangguan pada saluran pencernaan seperti nyeri perut, diare, muntah-muntah. Sementara lebih lanjut bisa terjadi penurunan kesadaran meski sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.
"Apabila warga merasakan gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkasnya. (HENDRI/B-7)









