MUHAMAD Ali (33 tahun), pelaku pembunuh kakak iparnya, Nur Aida (37), akhir pekan tadi, mengaku penyebab menghabisi korban karena yang bersangkutan dituding seba­gai penyebab hancur rumah tangganya dengan isterinya diakuinya  didepan petugas saat memeriksanya.

“Dia  penyebab hancurnya rumah tangga kami,” kata Ali, kepada polisi saat diperiksa, Senin (4/1/2016).

Menurut warga Desa Luwit, Kabupaten Murung Raya itu, saat ia menuju Muara Teweh dari Puruk Cahu, di sekitar Km 15 Desa Mukut, Kecamatan Lahei, ia melintasi sebuah sepeda motor yang ternyata korban berboncengan dengan isterinya.

Melihat pemandangan itu membuat pelaku marah. Kemudian ia mampir sebentar ke hutan untuk mempersiapkan badik yang telah dibawanya dari rumah, kemudian mengejar, lalu menendang sepeda motor korban hingga terjatuh ke parit.

Begitu kakak iparnya jatuh ke parit bersama isterinya, Ali langsung menindih dan menusukan badik ke muka, leher bagian depan, serta bagian belakang hingga luka parah.

Korban sempat berlari ke rumah ketua RT namun dikejar pelaku dan kembali di depan isteri serta RT pelaku menikam korban tanpa kenal ampun di bagian dada sebanyak dua kali.

Masih belum puas, saat korban berusaha lari keluar rumah. Tapi pelaku kembali mengejar dan setelah dapat ia menindihnya kemudian kembali menikamkan benda tajam itu hingga akhirnya Nur Aida tidak bergerak lagi karena tewas seketika tanpa sempat diberikan pera­watan.

Tersangka  sendiri men­derita luka di jarinya sebanyak tujuh mata luka dan mendapat perawatan  dari tim medis.

Kapolres Barito Utara AKBP Nurhandono melalui Waka Polres Kompol Bagus Setiawan, Senin (4/1/2016), menyatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap perkara tersebut.

Mau bercerai

Peristiwa itu terjadi saat korban akan menghadiri sidang perceraian antara di­rinya de­ngan isterinya di Pengadilan Negeri Muara Teweh, Senin (4/1).

Saksi Iyan, ketua RT 04 Desa Mukut, tempat kejadian perkara menerangkan, ia terkejut dengan peristiwa yang tiba-tiba saja di rumahnya karena saat pintu terbuka masuk dua perempuan yang satu luka-luka, kemudian menyusul laki-laki yang belakangan diketahui bernama Muhamad Ali. (DN/B-5)