KANTOR Ke­menag Ka­bupaten Sukama­ra mem­peringati Hari Amal Bakti ke-70 Ke­menterian Aga­ma de­­ng­an upa­cara ben­dera, Senin (4/1/2016).

Bertindak sebagai inspek­tur pada upacara itu Wakil Bu­pati Sukamara Windu Su­bagio.

Dalam pidatonya yang mem­­bacakan sambutan Men­­teri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Bupati me­­min­ta seluruh pegawai ne­ge­ri sipil di lingkungan Kan­tor Kementerian Aga­ma me­­ningkatkan kinerja sesuai dengan lima nilai budaya ker­ja Kemenag.

Lima nilai budaya kerja itu yak­ni menerapkan audit ki­ner­ja, meningkatkan akunta­bi­li­tas publik, menata kedisi­plin­an pegawai, mencegah po­tensi terjadinya korupsi, ser­ta mengembangkan pela­yan­an berbasis teknologi in­­formasi.

“Diharapkan peri­ngat­­an Hari Amal Bakti ke-70 da­­pat te­rus meningkatkan kualitas se­suai moto kinerja Kemente­ri­an Agama,” ungkap Wakil Bupati.

Ia melanjutkan, peringat­an Ha­­­ri Amal Bakti ke-70 mem­ba­­wa pe­san untuk semua PNS di lingkungan Kemenag agar ber­sa­ma-sama mewu­jud­­kan su­premasi nilai ketu­han­an dan keagamaan se­ba­­gai spi­rit pembangunan bang­­sa yang tidak dapat ter­­gan­tikan.

“Sesuai dengan tema peri­ngat­­an, Meneguhkan Revolusi Men­tal untuk Kementerian Aga­ma yang Bersih dan Me­la­yani, diharapkan memper­kuat komitmen aparatur Ke­men­terian Agama terhadap in­tegritas, etos kerja, dan go­tong royong,” ucap Wakil Bupati.

Ia turut pula mengingatkan, salah satu masalah sosi­al yang kini dihadapi bangsa dan terkait dengan peran Ke­­menag ialah penangan­an ra­puhnya ketahanan keluar­ga yang terlihat dari tinggi­nya angka perceraian.

Untuk itu, mulai tahun ini Ke­­menag melun­cur­kan pro­gram khusus prani­kah ber­mitra dengan organi­sa­si ma­syarakat, seperti BP4, or­­ganisasi keagamaan, dan lain­­nya. “Kita semua menyadari kua­litas keluarga menentukan kualitas bangsa,” tegas Wa­kil Bupati.

Selepas upacara, jajaran Ke­­men­ag Sukamara membagi­kan 90 paket sembako kepa­da kaum duafa, memberikan ta­­li asih kepada pensiunan, dan menyematkan satya len­ca­na kepada pegawai yang te­lah mengabdi selama 10 ta­hun.

Selanjutnya diadakan ber­ba­gai lomba, seperti makan ke­rupuk, fusal, tarik tambang, serta hafalan surat pen­­dek untuk murid TK dan se­kolah dasar. (B-3)