BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data rilis BPS Kalteng, Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Kalteng di bulan Mei 2022 mengalami penurunan sebesar 7,95 persen dibanding April 2022 yakni dari 132,50 menjadi 121,97.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut penurunan itu terjadi karena disebabkan oleh turunnya nilai tukar di beberapa subsektor, diantaranya yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 12,36 persen dan perikanan 0,25 persen.
"Sedangkan subsektor lainnya mengalami peningkatan nilai tukar, diantaranya yakni subsektor peternakan sebesar 1,41 persen, hortikultura 1,35 persen dan tanaman pangan 0,09 persen," jelas Eko, Jumat, 3 Juni 2022.
Di sisi lain, pada bulan Mei 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng sebesar 0,92 persen yang utamanya karena disebabkan oleh kenaikan indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,24 persen.
Selanjutnya, ada juga kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,77 persen serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,72 persen.
--page
Kemudian, sama halnya dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng juga bulan pada Mei 2022 mengalami penurunan yaitu sebesar 7,87 persen, dari 132,89 di bulan April 2022 menjadi 122,43 pada Mei 2022. (DONNY D)









