BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengaku siap memperjuangkan hak dan martabat masyarakat di provinsi setempat, agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
"Saya siap pasang badan untuk angkat harkat dan martabat masyarakat Kalimantan Tengah. Asal bupati berdiri. Kalau kita kompak tidak ada yang tidak mungkin. Ini untuk kesejahteraan masyarakat," beberapa waktu lalu.
Menurutnya Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak kalah dengan daerah lainnya, namun belum terkelola dengan optimal, karena belum terbangunnya hilirisasi industri di wilayah setempat.
"Saya ambil contoh, kita merupakan pemasok kayu terbesar di Indonesia. Namun hilirisasinya tidak ada di Kalimantan Tengah, adanya di pulau Jawa dan Sumatera. Setiap tahun kita kirim kepada mereka 10 juta sampai 15 juta kubik. Tapi apakah kita merasakan?," tegasnya.
Sugianto juga menegaskan bahwa pria siap memaksa seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi agar merealisasikan plasma 20 persen kepada masyarakat sekitar sebagai tindak lanjut peraturan perundang-undangan. Jika memang mendapatkan dukungan dari para bupati setempat.
--page
Kemudian, ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, untuk memperjuangkan hak dan martabat masyarakat Kalimantan Tengah sesuai perintah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004. (HERMAWAN DP/B-11)









