AIR mata Sunami terus mengalir. Ada duka dan rasa syukur teraduk menjadi satu ketika api membakar rumahnya di RT 15 Gang Sesepat, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (4/1/2016), pukul 09.45 WIB. Harta bendanya memang habis tak bersisa. Tapi, ia dan dua anaknya berhasil selamat dari amukan si jago merah.

Haeman (47), suami Sunami, menceritakan, saat kebakaran terjadi, istri dan dua anaknya, Siti (4 tahun) dam Saini (3)  tertidur pulas, karena semalam suntuk berjualan di pasar Subuh Indrasari hingga pukul 7.00. Sedangkan pintu bagian depan di kunci istrinya (Sunami) dari dalam.

Saat tertidur itu, diduga kuat karena arus pendek listrik api langsung membesar dari plafon bagian depan. Istrinya tidak mengetahui terjadi kebakaran hebat. Warga yang mengetahui hal itu, segera mendobrak pintu depan rumah Haeman.  Seketika istrinya bangun dan menggendong dua anaknya yang masih kecil. Namjun, ia tidak sempat mengeluarkan barang berharga. Api yang cepat membesar menghanguskan  rumahnya serta lima rumah tetangganya.

“Kalau tidak ada yang mendobrak pintu rumah, saya enggak tahu bagaimana nasib anak serta istrinya,” kata Haeman yang saat kejadian berada di Bank.

Akibat peristiwa itu, Haeman dan keluarga harus merelakan dua rumah, satu kendaraan merk Yamaha Vixion, surat berharga, emas dan uang serta peralatan rumah tangganya terbakar.

Namun, ia masih bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kerugian materil yang diperkirakannya mencapai Rp1 miliar tersebut tidak sebanding dengan diberikannya keselamatan kepada istri dan anaknya. (Koko Sulistyo/B-2)