PEMADAMAN listrik bergilir di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan daerah sekitarnya, diprediksi berlangsung hingga 10 Januari 2016. Pasalnya, hingga kini proses pemeliharaan unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kumai belum juga selesai.
Sementara pasokan batubara bahan bakar produksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai, juga diprediksi baru tiba pada Minggu (10/1/2016) mendatang.
Manager Perusahaan Listrik Negera (PLN) Rayon Pangkalan Bun, Purwanto, mengatakan, saat ini PLN mengalami defisit daya sekitar 2,8 megawatt (mW). “Kemampuan daya kita sekarang 24,4 mW. Sedangkan beban puncak 28,8 mW sehingga defisit 2,8 mW. Selain itu kita juga padamkan untuk konsumen industri 1,5 mW,” terang Purwanto, Senin (3/1/2016).
Defisit daya itu terjadi cukup mendadak dan sulit disiasati. Lantaran, penurunan suplai daya dari PLTU terjadi saat proses pemeliharaan PLTD Kumai belum selesai. PT EEI baru melaporkan keterlambatan suplai batubaranya dan meminta penurunan suplai daya pada Jumat (1/1/2016) kemarin. “Jumat baru laporkan.
Ya tidak saya izinkan, soalnya mendadak. Baru kita izinkan Sabtu kemarin dan langsung padamkan listrik bergilir,” terang Purwanto, Senin (3/1/2016).
Purwanto mengaku sudah meminta pihak pembangkit untuk mempercepat pemeliharanaan di PLTD yang berkapasitas 3 mW dan kepastian datangnya pasokan batubara PLTU. Dari informasi yang pihaknya terima dari pembangkit, pemeliharaan di PLTD Kumai diperkirakan baru selesai pada Sabtu (9/1/2016). (RD/B-2)


