PARA pegawai negeri sipil Kabupaten Kotawaringin Barat (PNS Kobar) harus sedikit bersabar untuk menikmati gaji mereka. Pasalnya, hingga Senin (4/1/2016) gaji mereka belum masuk ke rekening masing-masing.
Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kobar, Muhammad Fauzi mengakui, ada keterlambatan pembayaran gaji. Namun menurutnya, hal itu biasa terjadi di hari kerja pertama tiap awal tahun.
Keterlambatan pembayaran gaji pokok juga tidak hanya terjadi di Kobar. “Kalau hari ini (Senin, 4/1/2016) memang belum (gajian), karena pemda (pemerintah daerah) baru mendapat transfer dana dari pemerintah pusat hari ini,” terang Fauzi, Senin (4/1/2016).
Fauzi menjelaskan, karena baru dikucurkan pusat, proses administrasi pembayaran gaji PNS, melalui penerbitan Surat Penyediaan Dana (SPD), tak dapat dilakukan secepatnya. Proses administrasi pembayaran gaji pokok PNS, termasuk penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) akan pihaknya proses Selasa (5/1/2016).
“Kitapun baru bisa memproses pada hari tersebut. Lalu ada proses pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) dari SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Baru setelah itu pembuatan SP2D oleh DPKD.”
Audit BPK
Terkait audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015, tergantung penyelesaian penyusunan laporan keuangan daerah. Namun laporan keuangan pemkab ini bergantung selesainya laporan keuangan tiap SKPD.
Secara teknis, imbuhnya, laporan keuangan pemda harus selesai pada Maret. Pasalnya, pelaksanaan audit oleh BPK akan dilakukan pada April mendatang.
Sebelumnya, terdapat pengumuman dari Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun yang berbunyi, bahwa pembayaran gaji PNS untuk bulan Januari 2016, belum dapat dibayarkan. Karena masih menunggu pelimpahan dana dari DPRD. Pengumuman tersebut mengatasnamaka Pimpinan Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun, A Selanorwanda.
“Sampai tadi siang sih saya lihat di rekening belum masuk (gaji). Terus dapat kabar dari teman, katanya sore ini sudah masuk. Tapi entah benar atau tidak, soalnya belum saya lihat,” ujar Cr, salah seorang staf di Sekretariat Daerah (Setda) Kobar, Senin (4/1/2016). (RD/B-2)


