TAHUN ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau fokus mengantisipasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Antisipasi ini agar bencana kabut asap pada 2015 tidak terulang di 2016 ini.
“Kami sudah rapat dengan pemerintah provinsi dan pusat guna menghadapi musim kemarau 2016. Intinya kami siap siaga terhadap bencana karhutla,” ujar Sekretaris BPBD Pulpis, Rudi Purwadi.
Dia menjelaskan saat ini kondisi cuaca berdasarkan ramalan dari BMKG sangat fluktualitif dan ekstrim.
“Sifat hujan durasi cukup tinggi, tapi sebentar dan cuma lokalan saja,” tutur Rudi, Senin (3/1/2016)
Diprediksi pada Januari, Februrai, dan Maret akan terjadi cuaca panas.
Lalu guna mengantisipasi Karhutla, pada 2016 ini akan dilakukan pembuatan bloking kanal dan pembuatan embung dan sumur bor dengan melibatkan BLH, dinas PU, dinas kehutanan, dan BPBD.
Sedangkan khusus dinas pertanian tugasnya menyiapkan lahan untuk penanaman nanas dalam rangka rehabilitasi lahan.
Sebanyak 120 ribu bibit nanas ditambah ratusan ternak ayam akan dibagikan ke wilayah yang mengalami kebakaran lahan tahun lalu.
Lalu untuk program normalisasi akan ada beberapa bloking yang dibuat di wilayah rawan kebakaran.
“Nanti akan ada pembuatan pintu air untuk mengatur hidrologi air di gambut yang dilakukan dinas Pu,” katanya.
Rudi mengatakan untuk penanggulangan Karhutla ini dianggarkan Rp6 miliar sampai Rp8 miliar dalam APBD 2016. (B-6)


