BUPATI Ahmad Yantenglie berjanji akan me­ningkatkan akses jalan menuju obyek wi­sata Riam Mangkikit, Desa Tum­bang Kalemei, Kecamat­an Katingan Tengah.

Janji ini disampaikan saat dia menghadiri hiburan rak­yat untuk menyambut tahun baru 2016 yang digelar war­ga setempat di obyek wisa­ta­ Riam Mangkikit, Sabtu (2/1/2016).

Namun menurut orang no­mor satu di Katingan ini, pe­ningkatan jalan itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Tadi dalam perjalanan me­nuju Riam Mangkikit ini kita merasakan sendiri, su­dah­ cu­kup banyak lubang menga­nga­ di tengah jalan,” sebut­ny­a.

Kondisi itu tentu akan men­jadi perhatian Pemkab Kati­ng­an untuk ditangani.

“Atas keinginan masyarakat­ agar tahun anggaran 2016 ini jalan menuju Desa Tumbang Kalemai bisa ditingkatkan, sa­ya tidak berjanji tahun ini, tapi pada 2017 akan kita ta­ngani,” janjinya.

Tumbang Kalemei merupa­kan desa paling hulu di wila­yah Kecamatan Katingan Te­ngah.

Di desa ini ada obyek wisa­ta alam berupa riam yang cukup deras arusnya. Yaitu di Sungai Katingan.

Akses jalan darat dari Tumbang Samba ke Riam Mangki­kit baru terhubung pada 2008.

Sehingga masyarakat wila­yah Katingan Tengah dan lainnya yang hendak ke Riam Mangkikit dari Tumbang Sam­ba banyak menggunakan akses jalan darat dibanding menggunakan jalur sungai.

“Dulu dari Tumbang Sam­ba­ ke Riam Mangkikit pakai kelotok, tapi sejak 2008 sam­pai sekarang bisa naik sepe­da motor atau mobil, tapi kondisi jalan sekarang mulai ada titik kerusakan berupa lu­bang di tengah badan jalan,” ujar Alpi warga Tumbang Samba yang berwisata ke Riam Mangkikit.

Namun sebut Alpi meski kon­disi jalan belum beraspal dan banyak kerusakan ti­dak­ menyurutkan keinginan warga khususnya Tumbang Samba datang ke Riam Mang­ki­kit. (B-6)