BORNEONEWS, Tamiang Layang - Personel TNI dari Koramil 1012-04 Tamiang Layang, Bhabinkamtibmas Polres Barito Timur serta warga bergotong-royong membersihkan puing jembatan kayu yang rusak akibat banjir di desa Haringen, Sabtu 4 Juni 2022 sore.
Kasihumas Polres Barito Timur AKP Suhadak mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Kapolres AKBP Afandi Eka Putra kepada seluruh bhabinkatimbas agar bersinergi dengan stakeholder terkait untuk membantu warga pascabanjir 26-27 Mei 2022.
"Kegiatan gotong-royong hari ini merupakan semangat kebersamaan kami untuk membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak pasca bencana banjir di wilayah Barito Timur dengan harapan meningkatkan kelancaran ekonomi masyarakat," jelasnya.
Suhadak menambahkan sinergitas TNI-Polri pada saat banjir maupun pascabanjir merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat terutama yang sedang dilanda musibah.
Kepala Desa Haringen Yasen memaparkan, jembatan yang rusak tersebut merupakan akses warga Desa Haringen menuju ke kebun, jembatan ulin tersebut dibangun dengan Dana Desa sekitar Rp 185 juta pada 2020.
--page
Selain jembatan, kerugian yang dialami Pemdes Haringen akibat banjir yakni 2 buah lemari berkas, 1 buah laptop serta laporan pertanggungjawaban atau LPj 2018-2021.
"Sedangkan kerugian pada harta atau milik masyarakat yakni unggas 153 ekor, babi 3 ekor, sarang madu kelulut 150 kotak, serta ikan yang tak terhitung jumlahnya dari 10 buah kolam," lanjutnya.
Untuk mengantisipasi adanya bencana banjir serupa pada tahun berikut, Yasen berharap pemerintah daerah melakukan normalisasi Sungai Sirau.
"Selain diperlebar, sungai itu juga harus dikeruk karena saat ini mengalami pendangkalan akibat lumpur yang terbawa dari aktivitas pertambangan," jelasnya.
Kades menjelaskan jika pemerintah daerah tidak melakukan normalisasi maka sekalipun curah hujan cuma sebentar dapat menyebabkan banjir akibat sungai yang dangkal.
"Setiap tahun kami juga selalu mengusulkan pembuatan bronjong untuk menahan longsor pada lima titik yang terletak di RT 01 dan 02. Mudah-mudahan bencana Banjir ini membuat usulan kami yang sudah disampaikan berulang-ulang dapat diperhatikan oleh pemerintah daerah," ungkapnya. (BOLE MALO/B-6)









