SEORANG maling motor tertangkap tangan ketika mencoba menggondol motor milik warga di kawasan barakan, Jalan Sakan III, Palangka Raya.

Untungnya, pelaku yang diketahui bernama Purnomo alias Ipur, warga Jalan Tenggiri, Palangla Raya tidak menjadi bulan-bulanan masa. “Dia tertangkap tangan oleh warga bersama anggota kita,” kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Todoan Gultom mewakili Kapolres AKBP Jukiman Situmorang di Palangka Raya, Senin (4/1/2016).

Gultom mengatakan, pihaknya baru membeberikan hasil tangkapan dari peristiwa yang terjadi Kamis (31/12/2015) dini hari lalu karena pelaku selalu berubah-ubah dalam memberikan keterangan. Ini membuat polisi kesulitan dalam mengembangkan kasus ini.

Gultom menuturkan,  pencurian tersebut bermula dari kedatangan Purnomo ke tempat itu menggunakan motor Satria F KH 6438 AT. Namun ketika beraksi dia terlihat sendirian. Ia mendatangi sebuah motor Jupiter KH 6438 AT milik Dian (40 tahun) yang terparkir di barakan.

“Pada waktu itu, dia sudah diintip oleh warga. Kemudian bergegas menghubungi anggota kita lalu diintip sama-sama,” ungkap Gultom.

Dalam aksi tersebut, Purnomo berhasil mematahkan kunci stang motor menggunakan kunci T. Pria 28 tahun itu kemudian mendorong motor keluar dari barak dan menghidupkannya.

Namun motor tidak bisa hidup. Dia lalu kembali menuju teras barakan dan mencoba mengambil motor lainnya. “Nah pada saat itulah, dia kemudian ditangkap. Sempat mengelak walaupun sudah jelas terlihat dia pelakunya.

Untungnya tidak menjadi amukan massa. Dia kemudian diamankan ke Polres,” beber Gultom.

Dari keterangan Purnomo, dia mengaku datang bersama rekannya. Namun setelah anggota mendatangi sang rekan yang dimaksud Purnomo, ternyata tidak ada sangkut pautnya. Purnomo juga tidak menyebutkan orang lain lagi selain orang yang dimaksud tersebut. Hal ini aneh, mengingat datang menggunakan motor dan mencuri motor. Artinya jikapun berhasil mencuri, siapa nantinya yang akan membawa.

Di sisi lain, pelaku mengaku pernah melakukan pencurian di tujuh tempat kejadian perkara. Anggota kembali mengembangkan dengan mendatangi tempat-tempat yang dimaksud. “Namun ketika didatangi, warga mengatakan tidak pernah terjadi pencurian. Jadi dia ini selalu berbohong,”

Tidak hanya itu, Purnomo juga menyebut mengetahui pelaku lain yang mencuri motor. Tapi dia tutup mulut. Kebohongan Purnomo, lanjut Gultom, juga terlihat jelas ketika pelaku diminta untuk mempraktikan cara merusak kunci stang disaksikan sejumlah wartawan. Namun dia menjawab tidak ingat.

“Jadi kita tidak bisa mempercayai keterangan dari pelaku. Awalnya dia menyebut tujuh TKP. Sekarang hanya satu TKP. Dan baru kali ini melakukananya,” ungkap Gultom. (BY/B-10)