BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus pemukulan seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat yang viral di media sosial mendapat sorotan Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman.
Bambang menyampaikan kasus tersebut harus menjadi perhatian serius, mengingat saat ini dunia pendidikan sedang bertranformasi kearah yang lebih baik dan rumah anak, sehingga jangan sampai ada cara mendidik dengan kekerasan.
"Intinya tindakan itu bukan merupakan contoh perilaku yang baik bagi tenaga pendidik, karena melakukan kekerasan kepada anak didiknya," ujar Bambang, Minggu 5 Juni 2022.
Lanjutnya, bagaimanapun alasannya dan sekalipun anak didik itu punya salah, akan tetapi mendidik dengan kekerasan yaitu pemukulan bahkan di video itu memukul dibagian dari kepala, maka jelas bahwa cara mendidik seperti itu itu tidak dibenarkan.
"Jelas cara mendidik seperti itu tidak baik dan tidak beretika, maka ini menjadi perhatian bersama, bagaimana cara mendidik yang baik dan memberikan teguran sepantasnya pada anak didik kita," ungkap Bambang Suherman.
--page
Diketahui, jika saat ini dunia pendidikan di Indonesia dan Kobar khsusunya sedang berupaya menciptakan pendidikan yang ramah anak, sehingga praktik perundungan atau buly, pelecehan, kekerasan bahkan radikalisme itu dihilangkan.
Dalam kesempatan tersebut Bambang juga mengapresiasi Disdik Kalteng yang turun tangan langsung bersama Komisi Perlindungan Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kobar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Semoga kasus ini tidak terulang lagi di Kobar. Mari bersama - sama kita wujudkan sekolah di Kobar merupakan sekolah ramah anak," pungkasnya. (DANANG/B-6)









