PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Data BPS Kalteng frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalteng yakni mencapai 768 kunjungan atau naik sebesar 11,30 persen dibanding jumlah kunjungan pada Maret 2022 yang hanya tercatat sebanyak 690 kunjungan.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan kenaikan frekuensi kunjungan ini terjadi yaitu di Pelabuhan Kumai sebanyak 31 kunjungan, Sampit 23 kunjungan, Sukamara 14 kunjungan, Pulang Pisau 7 kunjungan, Kuala Pembuang 2 kunjungan, dan Pangkalan Bun 1 kunjungan.

"Sejalan dengan frekuensi kunjungan kapal laut itu, jumlah penumpang dan volume arus barang juga mengalami kenaikan," beber Eko, Minggu, 5 Juni 2022.

Disebutkan, jumlah penumpang yang naik yaitu sebesar 61,72 persen dari 25.255 orang di Maret 2022 menjadi 40.842 orang pada April 2022. Kenaikan ini berasal dari jumlah penumpang berangkat naik sebesar 125,77 persen, sedangkan jumlah penumpang datang turun sebesar 13,82 persen.

Selanjutnya, volume arus barang naik sebesar 5,48 persen dari 2,04 juta ton di Maret 2022 menjadi 2,15 juta ton pada April 2022. Kenaikan terjadi berasal dari volume bongkar dan muat barang masing-masing naik sebesar 16,28 persen dan 3,00 persen.

--page

Sementara itu, jika dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya April 2021, frekuensi kunjungan kapal di pelabuhan wilayah Kalteng pada April 2022 mengalami kenaikan sebesar 1,32 persen yakni dari 758 kunjungan menjadi 768 kunjungan.

Sejalan dengan itu, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebesar 62,30 persen. Dengan rincian jumlah penumpang yang datang naik sebesar 24,67 persen dan berangkat naik 79,88 persen.

Kemudian, untuk volume arus barang juga mengalami peningkatan sebesar 43,19 persen. Kenaikan ini berasal dari volume muat barang naik sebesar 64,21 persen, sedangkan volume bongkar barang turun sebesar 4,12 persen.

Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan angkutan laut untuk penumpang dan barang di Kalteng. Selama April 2022, dari 40.842 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 67,69 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 32,30 persen melalui Pelabuhan Sampit.

Sedangkan, volume arus barang yang mencapai 2,15 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit 69,74 persen dan Kumai 22,23 persen. (DONNY D/B-5)