BORNEONEWS, Palangka Raya - Memperingati hari lingkungan hidup sedunia, Universitas Gunadarma menggelar Talk Show yang menghadirkan para ahli di bidang lingkungan hidup, Minggu, 5 Juni 2022.
Salah satu narasumbernya, Profesor E K S Harini Muntasib dari IPB University mengatakan bahwa setiap daerah harus punya brandingnya sendiri-sendiri.
"Jangan ada Bali kedua, tetapi setiap daerah memiliki keindahan alamnya sendiri itu yang harus digali sendiri. Contoh Danau Toba, Toba itu adalah letusan terbesar di dunia," kata Prof Harini.
Vulkanologinya menurut Prof Harini bisa untuk penelitian, tapi dari sisi alam juga alam itu bisa berbicara kepada pengunjung.
"Ini salah satu contohnya, karena Toba ditetapkan sebagai Geopark. Tapi ini yang kadang-kadang susah untuk dipahami. Jadi setiap daerah harus mengenal keunggulan pariwisatanya sendiri," tuturnya.
--page
Hal ini dibenarkan Profesor Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara yang mengatakan bahwa pengelolaan masing-masing daerah tidak bisa disamakan.
"Kalau berbicara masyarakat di sekitar objek wisata harus ramah misalnya, kalau di sini masyarakatnya misalnya suaranya keras, keramahannya yang kurang, tetapi itulah kebiasaan masyarakat di sini," tuturnya.
Hal seperti ini menurutnya tidak bisa dipaksakan atau disamaratakan dengan Jogjakarta misalnya yang masyarakatnya ramah dan Bali yang penduduknya welcome.
"Tapi sesungguhnya Danau Toba itu memiliki keindahan alam yang luar biasa. Kalau yang pernah kesini pasti akan mau kembali lagi," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)









