SENJATA makan tuan menimpa Yudi Orga (50 tahun). Warga Jalan Kertak Taheta RT 4 dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kelurahan Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, ini tewas de-ngan kondisi mengenaskan.

pada pria itu mengalami luka parah pada bagian dada, sepuluh jari tangannya putus, dan bagian wajah gosong. Polisi mendapat bukti dan pengakuan saksi, nyawa Yudi terenggut akibat ledakan bom hasil rakitannya.

“Pada awalnya pihak keluarga korban tidak mau memberikan keterangan terkait kejadian tersebut dan cenderung tertup,” kata Kapolsek Barimba, Iptu Dalino, Senin(4/1/2016).

Setelah melakukan pendekatan yang cukup alot, polisi mendapatkan pengakuan jujur dari mereka tentang penyebab luka-luka yang menewaskan Yudi. Korban merakit bom yang meledak tersebut menggunakan bola tenis dengan lilitan isolasi warna merah.

“Korban sering merakit bom untuk ranjau babi dan dipergunakan sendiri. Namun, ada warga tetangganya yang menyebutkan bahwa korban juga suka menerima order bom dari orang lain,” kata Dalino

Terlalu kuat

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (3/1/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Yudi merakit bom di ruangan tengah rumahnya. Kemungkinan karena terlau kuat melilitnya, sehingga terjadi gesekan yang menimbulkan ledakan.

Ledakan itu, selain langsung melukai tubuh Yudi, juga membuat kaca jendela rumahnya pecah berhamburan. Malah, sebagian serpihan kaca menancap ke dadanya hingga tembus ke bagian paru-paru.

“Barang bukti bom itu kami temukan ketika melakukan penyisiran di dalam rumah walau pun sudah dibersihkan serta kaca pintu jendela sudah di tutup menggunakan triplek,” ungkap Dalino.
(B-1)