Api dengan cepat membesar dan membuat panik warga di Gang Sesepat dan Gang Gusti M Saad RT 15 Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan (Arsel). Dalam waktu sekitar satu jam dari pukul 09.45 WIB, Senin (4/1/20916), enam rumah di kawasan permukiman dekat pusat keramaian Jalan Antasari, Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, itu musnah terbakar.
Lima unit mobil pemadam kebakaran berhasil meredam amukan api sekitar pukul 11.00 WIB. Tetapi enam rumah yang umumnya berbahan kayu itu sudah menjadi arang dan abu.
Rumah yang ludes terbakar adalah milik pasangan Hemen-Sunami, keluarga Khadijah, Saudikin, dan Sarmilah di Gang Sesepat. Kemudian dua rumah di belakang mereka, yaitu milik Gusti Masarif dan Nur Abidin, di Gang Gusti M Saad.
Saksi mata pertama, Bahrudin Kurnia, menduga api berasal dari rumah Hemen-Sunami. Ia melihat langsung mulai dari kepulan asap saat duduk di teras rumah rekannya, M Yusuf, sambil baca koran.
‘’Tiba tiba saya melihat ada asap dan api berkobar dari dalam bagian depan rumah pasangan Hemen dan Sunami yang berada di seberang tempat saya duduk,” ungkap Bahrudin.
Sedang tidur
Pria paruh baya itu bergegas menuju rumah tersebut yang pintunya tertutup dan terkunci. Diketuk tak ada respons, ia terpaksa mendobrak pintu itu dengan tendangan.
Ternyata, Sunami dan dua orang anaknya masih tidur saat api berkobar di ruang tamu rumahnya. Beruntung segera dibangunkan sehingga api tak membakar mereka. “Saya menarik mereka keluar,” kata Bahrudin.
Api yang kobarannya dengan cepat membesar itu kemudian bergerak menghanguskan lima rumah lainnya di kiri kanan dan belakangnya. Warga sekitar yang panik, bergegas mengambil air dengan ember untuk melakukan pemadaman, sebelum lima unit mobil pemadam kebakaran tiba.
Akibat kebakaran tersebut jumlah kerugian belum diketahui pasti. Namun, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Polisi juga sedang menyelidiki pemantik api yang muncul dari rumah Hemen-Sunami. (B-1)
Rumah Selamat, Uang Rp20 Juta Lenyap
Kerugian besar bukan cuma diderita oleh para korban kebakaran di Gang Sesepat dan Gang Gusti M Saad, Kelurahan Raja. Marni (60 tahun), yang luput dari kebakaran, ikut histeris karena harus kehilangan pundi-pundi berisi uang puluhan juta rupiah.
Awalnya ia terbawa suasana panik dengan segera mengeluarkan barang-barang dari rumahnya. Maklum, kobaran api sudah menelan rumah Saudikin, yang terhalang satu rumah dari rumah Marni.
Sebuah kaleng penyimpanan uang ia pegang kuat-kuat. ‘’Isinya sekitar Rp20 juta dan sebuah HP. Di dekat saya juga ada tas yang berisi sertifikat tanah,” kata Marni
Tiba datang seorang perempuan yang menawarkan bantuan. “Sini, Bu, saya bawakan,” ujar Marni menirukan perkataan orang itu.
Tanpa sadar, Marni menyerahkan kaleng uang dan tas sertifikat tanah begitu saja. Setelah api padam dan kepanikan mereda, barulah ia sadar sudah tertipu pencuri yang mengail di tengah bencana kebakaran. “Orang itu menghilang,” katanya.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Kotawaringin Barat (Kobar). Meski begitu, suaminya, Hamdi Ashari (63), tampak tabah.
‘’Biarlah uang Rp20 juta hilang, yang penting saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena rumah masih selamat, tidak terbakar,” kata mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kobar periode 1999-2002 itu. (YD/MW/B-1)


